7 Cara Meringankan Pilek pada Bayi

Daya tahan tubuh bayi memang belum sempurna, sehingga membuat bayi rentan terkena beragam penyakit, termasuk pilek. Hingga usia 1 tahun, anak bisa sakit 8-12 kali pertahun. Selanjutnya, anak sakit rata-rata 6-8 kali. Pilek pada bayi ditandai dengan keluarnya ingus atau cairan dari hidung yang dapat berubah menjadi kekuningan atau kehijauan setelah satu minggu. Pilek pada bayi disebabkan oleh infeksi virus. Pada umumnya pilek pada bayi berlangsung antara 3-14 hari dan akan sembuh sendiri tergantung daya tahan tubuh bayi.

Keluarnya ingus atau cairan dari hidung pada saat pilek, sebenarnya merupakan suatu cara menyingkirkan kuman dalam tubuh. Namun, jika ingus yang keluar terlalu banyak dapat menggangu pernapasan bayi. Ada beberapa cara untuk meringankan gejala pilek pada bayi yang dapat dilakukan di rumah.

  1. Hindari dari tempat ber-AC

Tempatkan bayi di ruangan tanpa AC untuk mengurangi hidung tersumbat. Bila lebih nyaman dalam ruangan AC, gunakan mesin pelembab udara atau manfaatkan uap air panas. Anda dapat menambahkan minyak esensial seperti mentol.

  1. Encerkan lender dengan air

Jika pilek pada bayi sudah sangat mengganggu, encerkan lendirnya dengan air garam yang diteteskan ke ujung lubang hidung bayi. Lalu, gunakan alat penyedot ingus bayi unukk membersihkan hidung.

  1. Tepuk punggung bayi

Tepuk perlahan punggung bayi untuk membantu meringankan penapasannya yang tersumbat. Baringkan bayi dengan posisi tengkurap pada lutut atau biarkan bayi duduk di pangkuan dengan condong ke arah depan.

  1. Jemur bayi

Di pagi hari sebaiknya jemur bayi Anda di bawah sinar matahari sebelum jam 9 pagi. Menghirup uap panas juga banyak membantu saat mengalami pilek sehingga terasa lebih nyaman.

  1. Bersihkan cairan hidung

Bersihkan cairan hidung atau lendir yang mengeras pada hidung bayi. Gunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat.

  1. Berikan minyak telon

Anda dapat mengoleskan minyak telon pada dada bayi, sehingga bayi terasa lebih nyaman an hangat.

  1. Berikan ASI

Sebenarnya yang paling dibutuhkan bayi saat pilek adalah cairan (ASI) untuk mengencerkan dahak sehingga nafas menjadi lega.

Pilek yang tidak mengganggu pola makan bayi atau aktivitas bayi, tidak memerlukan tindakan khusus atau obat pilek bayi. Hindari penggunaan obat-obat bebas pada anak di bawah usia 6 tahun karena kemungkinan efek sampingnya yang berbahaya. Sebaiknya obat-obatan yang diberikan selalu melalui pengawasan dokter.

Jika bayi demam, maka konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan memberikan paracetamol. Jangan pernah memberikan aspirin pada bayi karena dapat berisiko menyebabkan efek samping berbahaya. Untuk mencegah agar bayi tidak sering pilek maka seringlah cuci tangan sebelum menggendong bayi, hindari bayi berkontak dengan penderita flu, dan jaga kebersihan di rumah.