Cegukan pada Bayi

Bayi yang cegukan sebenarnya adalah hal wajar. Cegukan dapat dialami oleh orang dewasa, anak-anak, dan bayi. Bahkan bayi dan anak-anak lebih sering mengalami cegukan. Bagi orang dewasa cegukan akan sangat menggangu, tetapi tidak bagi bayi. Cegukan adalah kontraksi yang kuat pada diafragma yang disebabkan oleh stimulasi otot. Cegukan pada bayi akan hilang dengan sendirinya.

Bagi para orang tua sebenarnya tidak perlu khawatir bila bayi Anda cegukan, karena kondisi ini normal sebetulnya. Saat bayi memasuki usia 3 bulan, cegukan mungkin akan lebih sering terjadi. Hal ini dikarenakan saraf yang berfungsi mengatur diafragma masih belum dapat bekerja secara optimal, sehingga saat bayi Anda mengalami perubahan emosi, cegukan pun dapat langsung terjadi terutama setelah disusui. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah cegukan.

  1. Jangan berikan makan bayi dengan posisi berbaring

Saat sedang menyusui dudukan bayi dipangkuan Anda pada sudut 30-45 derajat. Setelah selesai menyusui biarkan bayi duduk tegak dengan cara menyandarkan pada tubuh Anda selama 20 menit. Hal ini akan membuat udara apapun naik ke atas perutnya dan akan membuatnya mudah bersendawa.

  1. Pastikan suhu ruangan stabil

Jaga bayi Anda tetap hangat karena cegukan biasanya disebabkan oleh perubahan suhu yang tiba-tiba, sehingga membuat bayi merasa dingin.

  1. Pastikan bayi tidak menelan terlalu banyak udara saat menyusu

Menelan terlalu banyak udara saat menyusu dapat menyebabkan sering cegukan. Tanda bahwa bayi Anda menelan terlalu banyak udara adalah jika Anda mendengar suara tegukan yang terlalu cepat. Bayi yang minum susu botol bisa menelan terlalu banyak udara, terlebih jika posisi botol tidak benar. Botol bayi Anda harus miring pada sudut 45 derajat sehingga udara naik ke bagian bawah botol.

  1. Pastikan jadwal menyusu dan makan teratur

Jadwal menyusu dan makan yang teratur cukup efektif mengatasi cegukan pada bayi. Pemberian makan dan menyusu sebaiknya dilakukan tepat saat bayi belum lapar dan menghentikannya sebelum kenyang. Untuk mengetahui ciri bayi lapar dan sudah cukup kenyang, Anda bisa merasakannya seiring menguatnya ikan batin antara Anda dan si buah hati.

Terkadang meski sudah melakukan beberapa hal di atas bayi tetap mengalami cegukan. Saat bayi sudah cegukan yang bisa kita lakukan diantaranya, buat bayi Anda bersendawa. Bersendawa dapat mengeluarkan udara yang terjebak di perut bayi. Selain itu, bersendawa dapat membantu mengeluarkan gas dan tekanan pada perut yang dapat menyebabkan cegukan.

Berikan ASI agar dapat menghentikan cegukan. Menyusui dapat membantu diafragma bayi rileks sehingga dapat mengatasi cegukan pada bayi. Selain itu untuk mengatasi cegukan, berikan bayi Anda sesuatu untuk dia hisap. Menghisap empeng dapat membantu meringankan cegukan pada bayi Anda.

Jika semua cara gagal, tidak perlu khawatir. Cegukan pada bayi adalah normal dan akan hilang dengan sendiriannya. Cegukan sebenarnya tidak mengganggu bayi Anda dan anda tidak perlu melakukan apa-apa. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat.