Flu pada Bayi

 

Bayi yang usianya 0-12 bulan sangat rentan terkena flu. Flu adalah infeksi pada hidung, tenggorokan dan paru-paru akibat virus influenza. Pada usia tersebut sistem imun si kecil tengah berada dalam tahap perkembangan sehingga tidak cukup kuat menangkal  virus-virus yang datang.

Flu yang terjadi pada bayi biasanya akan menghilang setelah 10-14 hari, namun pada kasus flu berat mungkin flu akan bertahan lebih lama. Ketika si kecil mengalami flu, dia akan mengalami demam, mata merah, hidung meler, radang tenggorokan, batuk, kesulitan bernafas, pembengkakan pada area getah bening yaitu di bawah ketiak, leher dan belakang leher.

Bayi akan menjadi rewel saat terkena flu. Hal ini terjadi karena bayi belum dapat mengutarakan apa yang dirasakan. Berikut penanganan yang dapat Anda lakukan saat bayi sedang flu:

  • Susui lebih sering agar cairan tercukupi sehingga lendir tidak kental dan menyumbat. Nutrisi dari ASI juga penting karena mengandung antibodi dari Ibu untuk melawan kuman dari luar.
  • Bayi belum bisa mengeluarkan lendirnya sendiri, sehingga memerluan bantuan ibunya. Anda bisa menggunakan nose aspiratoratau nose bulb khusus bayi yang dijual di toko perlengkapan bayi. Pilihan lainnya adalah dengan membiarkannya menghirup uap air hangat. Tetapi cara ini perlu perhatian ekstra karena dikhawatirkan uap yang terlalu panas dapat menyakiti bayi. Bersihkan juga kotoran kering pada hidung bayi
  • Jangan sembarangan memberi obat pilek atau semprot hidung, konsultasikanlah terlebih dahulu pada dokter. Umumnya flu ringan dapat sembuh dengan sendirinya.

Bunda juga harus waspada, jika ada tanda di bawah ini maka segera bawa bayi Anda ke dokter:

  • Flu disertai demam lebih dari 39 derajat Celcius
  • Bayi tidak mau menyusui
  • Tampak lemah
  • Perubahan signifikan pada pola menyusui dan tidur
  • Tidak membaik setelah 5-7 hari
  • Menangis hebat saat diletakkan di tempat tidur/berbaring (dikhawatirkan terjadi infeksi telinga)
  • Muncul kotoran mata

Bunda, virus flu ini sebenarnya berasal dari orang yang sedang terinfeksi flu juga. Ketika mereka bersin atau batuk virus flu ini keluar dan terbang di udara. Maka dari itu bila ada orang, teman atau keluarga yang terkena flu disekitar bayi Anda, menjauhlah untuk menghindarkan si kecil tertular virus flu.

Selain itu, jika pasangan Anda merokok, segeralah hentikan dan hindarkan buah hati Anda dari area-area dimana banyak orang merokok. Bayi yang hidup dengan perokok atau berada disekitar asap rokok akan terkena pilek dan flu  lebih sering jika dibandingkan dengan bayi yang hidup dilingkungan normal tanpa asap rokok. Bayi yang tidak terpapar asap rokok lebih sehat dan tahan terhadap virus-virus flu yang datang menyerang. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Semoga bermanfaat ^_^