Mengajarkan Musik untuk Anak

 

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa musik dapat berpengaruh baik pada kemampuan akademis anak. Baik yang dibiasakan mendengarkan alunan musik klasik sejak di dalam kandungan, maupun yang dilibatkan langsung dalam bermain instrumen.

Siapa orang tua yang tidak ingin melihat anaknya dapat memainkan musik? Sering kali tanpa memberi pilihan, orang tua langsung memasukkan anaknya ke kelas piano, gitar atau vokal. Si anak yang sebenarnya ingin masuk ke kelas drum jadi malas berlatih dan selalu beralasan untuk membolos. Pada akhirnya belajar musik menjadi kegiatan yang menyebalkan, membuang waktu dan uang. Sia-sia. Jika seperti ini tujuan orang tua tidak akan tercapai dan potensi musikal anak mustahil terasah. Keadaan ini perlu diubah.

Bagaimana sebaiknya mengajarkan musik pada anak? Jawabannya: melalui proses bertahap. Belajar musik secara bertahap sama halnya dengan mengikuti jenjang pendidikan formal (sekolah), dimulai dari taman bermain kemudian ke tingkat (jenjang) selanjutnya.

Dalam mengajarkan musik, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenalkan musik. Biasanya setelah melalui tahap pengenalan, anak-anak tidak perlu dipaksa untuk belajar musik.


Pengenalan musik

Mengenal musik adalah tahap awal yang wajib dilakukan sebelum anak belajar memainkan instrumen musik atau belajar menyanyi. Sangat penting karena tujuannya adalah mengajak anak mencintai musik dan mengasah kepekaan musikalnya.

Mencintai musik

Mengapa harus mencintai musik? Tak kenal maka tak sayang. Jika mencintai (musik) kita akan lebih terbuka untuk menerima dan mempelajari lebih jauh segala hal yang berkaitan dengan musik. Selain itu seseorang yang mengenal musik dan kemudian memainkan musik akan menyadari bahwa musik sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Mengasah Kepekaan Musikal

Usia 2 tahun adalah usia yang tepat, karena pada usia ini syaraf otak untuk belajar musik telah matang. Musik yang terdiri dari 5 unsur utama – nada, ritme, notasi, melodi dan harmoni – dapat mengasah kepekaan musikal anak melalui kegiatan bermain. Karena itu bermain sambil belajar musik adalah metode paling efektif untuk mengenalkan dan mengajarkan musik kepada anak. Orangtua dan guru musik bisa menciptakan permainan yang mengandung nyanyian dan tarian (gerakan). Memainkan dan mengeksplorasi bunyi dengan alat perkusi sederhana – seperti tambourine, castanet, maracas, jimbe, triangle – juga bisa menjadi bagian dari kegiatan bermain sambil belajar yang sungguh menyenangkan.

Memperkenalkan musik sejak dini dan melatih kepekaan musikal tidak hanya bertujuan mencetak anak menjadi pemusik. Musik dapat membantu anak berekspresi lebih baik, melatih kepekaan mereka terhadap seni (khususnya musik) dan lingkungan, meningkatkan kecerdasan otak, daya pikir, kreatifitas, kesehatan dan percaya diri tampil di muka umum (di depan kelas mau pun di atas panggung).

Perhatikan instrumen musik apa yang paling disukai anak dan biarkan ia belajar instrumen tersebut dengan memberikan kursus. Dorong Si Kecil agar tidak malas dan tetap rajin berlatih musik secara rutin.

Semoga bermanfaat ^_^