Penyebab Bayi Muntah

Muntah pada bayi pasti akan menimbulkan kecemasan bagi orang tua. Hal tersebut wajar karena muntah yang sering terjadi pada bayi dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan). Mutah dan gumoh pada bayi berbeda. Gumoh adalah melepehkan isi perut yang seringkali terjadi saat bayi bersendawa. Gumoh paling sering terjadi pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun. Gumoh mengalir keluar tanpa adanya kontraksi perut. Muntah adalah mengeluarkan isi perut secara paksa melalui perut. Terjadinya muntah dikontrol oleh pusat muntah yang ada di susunan saraf pusat otak. Muntah pada bayi merupakan tanda adanya gangguan pada pencernaannya.

Penyebab Muntah pada Bayi

  • Masalah dalam proses menyusui

Pemberian ASI yang berlebihan dapat memicu bayi mengalami muntah. Dalam beberpa kasus, muntah juga disebabkan karena bayi alergi terhadap protein dalam ASI ataupun susu formula.

  • Alergi makanan

Muntah dapat menjadi salah satu reaksi alergi pada bayi. Gejala muntah akan berlangsung disertai dengan gejala alergi lain seperti kulit memerah, gatal-galat, muncul ruam, dan pembengkakan di area wajah, sekitar mata, bibir, lidah atau rongga mulut bagian atau rongga mulut bagian atas.

  • Gastroenteritis

Gastroenteritis (flu perut atau flu lambung) adalah infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Infeksi ini biasanya berhenti dalam waktu 12-24 jam.

Meskipun berlangsung tidak lama, tetapi gastroenteritis dapat mengganggu kenyamanan bayi. Infeksi bakteri atau virus yang lebih parah dapat memengaruhi lapisan perut atau usus dan menimbulkan gejala seperti diare, kehilangan nafsu makan, sakit perut hingga demam.

  • Racun

Tubuh bayi masih sangat sensitif dan daya tahan tubuhnya belum berkembang sempurna. Bayi biasanya memasukan apapun yang ia pegang ke dalam mulut. Hal ini dapat memicu muntah pada bayi. Muntah terjadi sebagai pertahanan tubuh bayi terhadap senyawa asing. Selain itu, bayi juga dapat mengalami muntah karena mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.

  • Berlebihan menangis

Bayi yang terus-menerus menangis dapat mengalami muntah dan hal ini tidak membahayakan, terutama jika bayi dalam keadaan sehat. Akan tetapi, pastikan agar bayi tidak tersedak dan terhalangi jalur napasnya oleh muntahan yang dia keluarkan.

  • Stenosis pilorus

Stenosis pilorus adalah kondisi langka dan jarang terjadi. Biasanya dialami oleh bayi yang baru lahir sampai usia 4 bulan. Bayi yang mengalami stenosis pilorus mengalami muntah karena terjadinya penebalan dan penyempitan pada otot pilorus sehingga makanan tidak bisa disalurkan ke dalam usus.

  • Mabuk perjalanan

Bayi cenderung mudah mengalami mabuk dalam perjalanan menggunakan mobil. Mabuk ini terjadi karena gangguan pada indra dan bagian tubuh yang sensitif pada bayi seperti telinga atau beberapa bagian saraf.

Penanganan Muntah pada Bayi

Posisikan bayi pada posisi telungkup atau miring untuk menghindari isi muntahan masuk ke saluran napas. Tetap berikan cairan. Pemberian cairan (minum) sangat penting untuk mencegah anak dehidrasi. Apabila anak menolak, tetap bujuk anak untuk minum. Untuk Bayi, bila anda masih menyusui, berikan ASI. Dokter mungkin akan menambahkan cairan elektrolit (oralit). Bila bayi anda mendapatkan susu formula, dokter mungkin akan menggantikan sementara susu formula dengan oralit selama 12-24 jam pertama, atau menganjurkan untuk memberikan susu formula yang 2 kali lebih encer dibandingkan susu formula yang biasa diberikan. Semoga informasi di atas bermanfaat.